GALERI FOTO

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansah SH, mengajak Badan Pengawas Obat dan Makanan beserta elemen masyarakat, awasi makanan yang berbahaya dan obat illegal beredar di Tanjungpinang, pada Rabu siang 3 Mei 2016, di Gedung Muhammadiyah Tanjungpinang. Sambutan Lis mengatakan, untuk mengawasi makanan berbahan kimia, maupun obat ilegal yang dijual kepada masyarakat, maka perlu kerjasama antara Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM), Dinas kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat.

 

” Kita perlu peran aktif semua pihak, terutama masyarakat, misalkan menemukan obat atau makanan yang dicurigai, ambil dan berikan ke dinas kesehatan agar diuji kelayakan bahan makanannya, dengan begitu, kita perduli dengan kesehatan orang lain”, kata Lis. Lis Darmansyah, SH menyebutkan, kepada seluruh peserta Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Pengawas Obat dan Makanan. Kegiatan itu mengikutsertakan para guru, pelajar, kader posyandu, SKPD, produsen, konsumen, seluruh elemen masyarakat, diprakarsai oleh Badan POM Provinsi Kepulauan Riau.

Beberapa waktu lalu, BPOM, Disperindag, dan Dinas Kesehatan kota Tanjungpinang, melakukan survei serta pengecekkan di tempat-tempat penjual bumbu dan pengolahan daging dibpasar, hasil temuan mereka semua negative. Alhamdulillah Kota Tanjungpinang, masih aman, tidak ada penjual yang menggunakan zat kimia seperti formalin. Menanggapi isu beberapa restourant yang menggunakan bahan makanan dengan kandungan formalin, setelah dilakukan investigasi oleh pihak terkait, ternyata bukan berasal dari rumah makan tersebut, tetapi tempat pengolahan daging penggilingnya.

” Kita akan berikan peringatan dan pembinaan dulu, ini untuk menjaga pergerakkan ekonomi di kota ini, jika memang ada unsur kesengajaan, maka kita akan mempertimbangkan kembali izinnya, kita perlu hati-hati dan waspada terhadap jajanan dan obat yang dijual di pasaran. Seharusnya penjual perlu memperhatikan kesehatan konsumennya, mungkin masih ada penjual yang tidak mengetahui bahwa obat yang di jualnya ilegal, hal ini karena faktor ketidaktahuannya, maka perlu kita peringatkan mereka, bila mereka sudah diperingatkan tentunya tidak lagi menjual prodak yang illegal. Tetapi tidak semua prodak yang tidak ada BPOM itu ilegal, bisa jadi ada sertifikasinya belum keluar, oleh karena itu, melalui sosialisasi ini, masyarakat akan memahami dan mengetahui prodak obat dan makanan yang aman dikonsumsi.

Manfaatkanlah kegiatan ini sebagai forum diskusi untuk mempertanyakan berbagai hal mengenai memilih dan mengkomsumsi obat dan makanan yang aman, bermanfaat dan bermutu kepada narasumber, kata Lis panjang lebar. Untuk melindungi masyarakat dari resiko perindustrian makanan yang tidak layak di konsumsi serta obat ilegal, Pemerintah Kota Tanjungpinang melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan POM Provinsi Kepulauan Riau. MoU tersebut ditandatangani Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH dan Kepala BPOM Provinsi Kepri, Setiamurni, Apt, disaksikan Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, Staf Ahli Bidang Kemaayarakatan dan SDM, dr. Eka Hanasrianto. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, SKM, M. Si, jajaran Badan POM Provinsi Kepri, serta seluruh peserta sosialisasi di acara itu menyaksikan.