GALERI FOTO

 JKN AWARD TAHUN 2015

Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang pada tanggal 1 September 2015 mendapatkan JKN AWARD KATEGORI PARTISIPASI PEMERINTAH DAERAH di Jakarta kerjasama Kementerian Kesehatan dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Tanjungpinang, Staf Ahli, Asisten, Kepala BPJS Kota dan Kepala Dinsosnaker Kota Tanjungpinang.

Kota Tanjungpinang mendapatkan penghargaan ini berkaitan dengan kesuksesan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di daerah. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan penghargaan JKN Award kepada sejumlah pemerintah daerah yang telah mengintegrasikan Jamkesda menjadi BPJS Kesehatan.

Penghargaan di tingkat provinsi diberikan dalam tiga kategori dan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Nila F.Moeleoek didampingi oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. Apresiasi Utama diberikan kepada Aceh, Apresiasi Madya untuk DKI Jakarta, dan Apresiasi Pratama bagi Sumatera Utara.

Penghargaan juga diberikan berdasarkan kategori jumlah penduduk. Di kabupaten atau kota berpenduduk ≤ 200 ribu jiwa, Apresiasi Utama berhasil diraih Kota Tanjungpinang. Apresiasi Madya untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai, dan Apresiasi Pratama diberikan untuk Kota Sibolga.

Pada tingkat kabupaten atau kota berpenduduk > 200 - 400 ribu jiwa, Apresiasi Utama diberikan kepada Kota Cirebon. Apresiasi Madya diraih Kota Pekalongan dan Apresiasi Pratama diberikan kepada Kabupaten Pringsewu. Untuk kategori tingkat kabupaten atau kota berpenduduk lebih dari 400 ribu jiwa, Apresiasi Utama diraih Kabupaten Demak, sementara Apresiasi Madya diberikan kepada Kota Gorontalo. Adapun Kabupaten Bogor mendapatkan Apresiasi Pratama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan, hingga saat ini, sudah 13 provinsi serta 270 kabupaten dan kota yang berhasil mengintegrasikan Jamkesda-nya ke program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Dari total 150.753.391 peserta BPJS Kesehatan, sebanyak 7,26 persen atau 10.657.038 jiwa adalah peserta Jamkesda yang sudah terintegrasi dalam program BPJS Kesehatan. Sesuai roadmap, integrasi Jamkesda menjadi BPJS Kesehatan harus selesai dalam waktu tiga tahun sejak 1 Januari 2014.

“Diharapkan, pada akhir 2016, seluruh Jamkesda sudah terintegrasi ke BPJS Kesehatan demi mendukung tercapainya universal coverage pada tahun 2019,” kata Fachmi.

Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek menyambut baik kegiatan JKN Award yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Sebab, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah bertanggung jawab memberikan kemudahan akses kesehatan di seluruh Indonesia.

(TEMPO.CO Bisnis)