SEKAPUR SIRIH

Segala Puji dan syukur kita Panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya jualah sehingga Website Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang ini dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan.

Baca

      WEB PUSKESMAS

      STATISTIK PENGUNJUNG

171665
Hari Ini
Kemarin
Pekan Ini
Pekan Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
20
82
20
67250
470
5972
171665

Your IP: 3.231.220.225
2020-06-07 01:29

Kekurangan energi kronis (KEK) adalah masalah gizi pada ibu hamil yang disebabkan karena adanya kekurangan asupan makanan bergizi dalam waktu cukup lama. Umumnya seseorang yang mengalami kondisi KEK ini dapat menjadi tanda bahwa memiliki status gizi kurang

Kondisi Kurang Energi Kronik (KEK) biasanya terjadi pada wanita usia subur yaitu wanita yang berusia 15-45 tahun.

Kekurangan energi kronis dapat diukur dengan mengetahui lingkar lengan atas dan indeks massa tubuh seseorang. Ibu yang mempunnyai lingkar lengan atas yang kurang dari 23,5 cm dapat dikatakan ia mengalami kekurangan gizi kronis.

Di masa Pandemi, Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendududk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang tetap menyediakan makanan tambahan bagi balita kurus dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

Pemberian makanan tambahan tersebut dimaksudkan sebagai upaya mencegah terjadinya balita stunting. Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendududk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang Bapak Rustam, SKM, M. Si

Beliau menjelaskan, sasaran pemberian makanan tambahan ini terutama adalah ibu hamil yang menderita KEK yang biasanya ditandai dengan ukuran lingkar lengan atasnya di bawah 23,5 cm. “Tetapi Ibu hamil Non KEK pun dimungkinkan jika berpotensi kekurangan asupan makanan bergizi,” ujarnya.

Kecukupan asupan gizi sangat penting bagi ibu yang sedang hamil dan juga para balita. Sedangkan kita memahami dalam pandemi Covid-19 sekarang ini, banyak diantara warga masyarakat yang terdampak ekonominya sehingga  berpotensi kekurangan kecukupan gizi.

“Sedangkan sasaran pemberian makanan tambahan untuk balita terutama adalah balita yang menderita gizi kurang (wasting) walaupun untuk balita bukan gizi kurang juga dimungkinkan sebagai PMT penyuluhan,” terangnya.

Menurut Beliau, makanan tambahan yang disediakan dalam bentuk biskuit yang yang diformulasikan khusus serta memiliki kandungan gizi tinggi baik energi, protein, vitamin dan mineral penting.

“Anjuran konsumsi makanan tambahan untuk Ibu hamil adalah 1 bungkus (isi 3 keping) per-hari. Sedangkan untuk balita, anjuran konsumsinya adalah 2 bungkus (8 keping) per-hari untuk balita usia 6 bln-11 bulan dan 3 bungkus (12 keping) per hari untuk balita usia 12 bln- 59 bulan, pemberian makanan tambahan ibu hamil KEK dan balita gizi kurang diberikan untuk masa 90 hari, sedangkan untuk bukan ibu hamil KEK dan balita bukan kurang gizi diberikan untuk masa konsumsi 30 hari.” ungkapnya.

 “Saat ini masih tersedia bahan makanan tambahan untuk 420 orang ibu hamil, 81 balita gizi kurang dan 597 balita bukan gizi kurang. Jika memang dibutuhkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Pendududk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang dapat mengajukan tambahan ke Kementerian Kesehatan,” paparnya.

Untuk itu, dihimbau kepada seluruh ibu hamil dan ibu yang memiliki balita usia 6-59 bulan untuk dapat menghubungi para kader posyandu dan petugas puskesmas setempat atau Ketua RT dan RW juga dapat membantu melaporkan ibu hamil KEK dan balita gizi kurang di wilayahnya untuk segera dilakukan intervensi.

“Pada tahun 2019 makanan tambahan diberikan kepada 177 ibu hamil KEK dan 70 balita yang kurus. Sedangkan pada Januari sampai Maret 2020 ini telah diberikan kepada 56 ibu hamil KEK dan 25 balita gizi kurang,” sebutnya.

Sementara itu, untuk lebih memudahkan para ibu hamil dan ibu balita melakukan kontak, berikut nama dan nomor telpon petugas puskesmas yang bisa dihubungi, Puskesmas Sei Jang Gotri Marsedi (082169630621), Puskesmas Tanjungpinang Nurbaeti (081261844181), Puskesmas Batu 10 Ilmaryefa (081372310345), Puskesmas Tanjung Unggat Rini Febriyanti (081270631363), Puskesmas Mekar Baru Maulida Vanny (082286573500), Puskesmas Kampung Bugis Evita Widiyati (085365880277) dan Puskesmas Melayu Kota Piring Linda Mariana (081264337063).