SEKAPUR SIRIH

Segala Puji dan syukur kita Panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya jualah sehingga Website Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang ini dapat diselesaikan sesuai dengan yang direncanakan.

Baca

      WEB PUSKESMAS

      STATISTIK PENGUNJUNG

200326
Hari Ini
Kemarin
Pekan Ini
Pekan Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Seluruhnya
113
100
778
94332
881
4628
200326

Your IP: 3.238.98.214
2021-05-07 23:56

 

Festival Bahari Kepri(FBK) dan Sail Karimata akan dilaksanakan pada tanggal 20-30 Oktober 2016 di Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Festival ini merupakan rangkaian dari proram tahunan Kementerian Koordinasi Kemaritiman yang pada tahun 2016 dipusatkan di Selat Karimata dengan tema “Sail Karimata 2016”.

Menurut Ketua Umum FBK Naharudin yang dikutip dari batampos.co.id “Pada prinsipnya Kepri sudah siap untuk melaksanakan kegiatan itu nanti. Karena FBK sudah kita rancang dengan sangat matang”.

Begitupun dengan persiapan bidang kesehatan meliputi gabungan Tim Medis baik dari Dinkes Provinsi Kepri, Dinkes Kota Tanjungpinang, RS se-Kota Tanjungpinang dan Puskesmas se-Kota Tanjungpinang. Hal ini dapat dilihat dari hasil Rapat Koordinasi Persiapan Sail Karimata Bidang Kesehatan” pada tanggal 18 Oktober 2016 di Hotel CK Tanjungpinang.

Kesiapan Dinkes Kota Tanjungpinang dan RSUD Kota Tanjungpinang sebagai tenaga dilapangan maupun tenaga rujukan meliputi :

1.  Petugas Kesehatan

Petugas yang terdiri dari 1 orang dokter, 2 orang perawat dan 1 orang supir telah dilatih tentang penanganan kegawat daruratan.

    2.   Sarana dan Prasarana

a.  Ambulan dari 7 puskesmas yang ada di Kota Tanjungpinang bersifat standby dan mobile sesuai dengan kebutuhan.

b.   Ketersediaan obat-obatan pendukung yang langsung disubsidi oleh Pusat Krisis Kesehatan (PKK) dan jika terjadi kekurangan obat-obatan maka akan disediakan oleh Dinkes Kota Tanjungpinang melalui Instalasi Farmasi.

    3.   Koordinasi Lintas Program

Adanya koordinasi yang baik antara tim medis dilapangan (Puskesmas dan Dinkes) dan tim medis rujukan  (RS) sehingga dapat diketahui sampai dimana kewenangan penanganan pasien dari semua tim medis yang terlibat.

 

Oleh : Lilik Winanti, S.Si, Apt (Kasi Pelayanan Kesehatan)